~~ Selamat Datang di Blog Bima Lanang. Salam Hangat Selalu Dari Kami Blogger NTB. Semoga Kita Senantiasa Dapat Selalu Tersenyum ~~

Kamis, 01 November 2012

Berpikir Kreatif Bagi Pengawas Pendidikan

Kelebihan manusia dibanding dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya terletak pada kemampuan otaknya untuk berpikir. Otak diyakini sebagai alat bagi manusia untuk menjalani kehidupan lebih baik. Namun demikian belum banyak orang yang mengetahui tentang otak dan memanfaatkan potensi otak. Potensi otak seringkali diibaratkan para ahli sebagai raksasa yang tertidur. Sangat besar sangat kuat tetapi tidak

berdaya atau tidak mengahsilkan sesuatu yang luar biasa karena dibiarkan terus tidur.

 

Otak manusia adalah three in one, terdiri dari 3 bagian dalam 1 otak yaitu: batang otak, otak kecil dan otak besar. Batang otak merupakan bagian otak sebelah ka- nan bawah tempat bertemu dengan saraf utama tubuh yaitu sumsum tulang belakang. Batang otak mengontrol proses-proses dasar yang penting bagi kehidupan seperti bernafas, denyut jantung, mencerna makanan dan sistem tubuh lain yang mendukung agar manusia hidup.

 

Otak manusia terdiri dari dua belahan otak, yaitu belahan otak kiri yang mengatur logika matematika dan belahan otak kanan yang mengatur seni, humaniora, dan perasaan. Memiliki kapasitas mental intelegensi jamak dan bakat yang mempengaruhi kecenderung berpikir, cara dan kualitas bertindak, keberminatan, serta pola bekerja dan belajar. Otak memiliki gelombang otak yang mengatur kewaspadaan, tidur, konsentrasi dan berpikir, dan beristrahat.

 

Pengawas harus berperan menjadi individu model yang memanfaatkan kapasitas otak secara maksimal. Artinya selalu merangsang otak dengan berbagai stimulasi untuk bekerja. Stimulasi diperoleh dari interaki dan keterlibatan secara penuh dalam berbagai seting lingkungan. Membaca secara harfiah buku dan sumber bacaan lain maupun membaca pengalaman yaitu memperhatikan berbagai fenomena yang berkembang dalam lingkungan merupakan salah satu stimulasi pemanfaatan kapasitas otak.

 

Definisi Berpikir

Berpikir adalah memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berperilaku. Jangkauan pikiran dimulai dari lamunan biasa, selanjutnya pemecahan masalah yang kreatif. Aktivitas mental dalam perasaan dan pemahaman bergantung pada peransangan dari luar dalam proses yang disebut sensasi dan atensi. Proses mental yang lebih tinggi yang disebut berpikir terjadi di dalam otak. Mengingat kembali mengundang pengalaman terdahulu ke alam pikiran dan mulai membentuk rantai asosiasi. Rantai asosiasi tidak merujuk pada apa yang secara nyata kita lihat tetapi sebagai khayalan-khayalan mental.

 

Pikiran terarah atau pikiran pemecahan masalah dianggap sebagai jenis pikiran yang paling tinggi. Pemikiran akan terarah apabila kita merencanakan apa tidakan yang akan dilakukan. Pemecahan masalah akan terjadi manakala secara nyata ditemukan hal yang dirasakan mengganggu baik secara fisik maupun mental. Bentuk pemikiran yang paling tinggi berkenaan dengan arti atau makna dan konsep dari sesuatu, sehingga lebih bersifat abstrak dibandingkan hal-hal yang nyata.

 

Pengawas hendaknya dapat berperan sebagai ilmuwan yang praksis dan praktisi yang ilmuwan. Dalam arti peka terhadap berbagai stimulasi nyata yang terjadi pada lingkungan, kemudian menganalisasi dan memahami menggunakan tahapan bekerja ilmiah, sehingga berpikir, berperasaan dan bertindak secara terkendali sesuai dengan kapasitas potensi dan teraktulisasikan dalam perilaku yang sehat, berkualitas dan terjaga integritasnya.

 

Tingkat Berpikir Kreatif

Terdapat tiga tingkat berpikir kreatif. Semiawan (1990) mengemukakan tiga tingkat kreativitas yang masing-masing tingkat mempunyai ciri kognitif dan afektif. Tingkatan kreatif meliputi: (a) fungsi divergen; (b) proses pemikiran dan perasaan yang majemuk; dan (c) keterlibatan dalam tantangan-tantangan nyata.

 

1. Tingkat I: Fungsi Divergen

Tingkat ini merupakan awal proses kreatif. Anak yang melakukan latihan pada tingkat ini akan mengembangkan kemampuan divergen, yaitu keterbukaan terhadap berbagai kemungkinan. Secara kognitif anak mengembangkan fungsi-fungsi divergen meliputi perkembangan dari kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan keterincian (elaboration) dalam berpikir.

Pengawas dapat mendorong diri sendiri dan orang lain untuk terbuka terhadap hal-hal baru, mengembangkan kepekaan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi orang lain dalam sitasi yang dihadapi karena latar belakang dirinya, serta keberanian untuk menanggung resiko kemungkinan apa yang dikerjakan salah atau gagal. Menanamkan pikiran pada diri sendiri maupun orang lain bahwa kesuksesan adalah kemauan untuk bangkit dari kegagalan. Kesuksesan adalah 9 kali gagal dengan 10 kali bangkit .

 

2. Tingkat II: Proses pemikiran dan perasaan yang majemuk

Pada tingkat ini terjadi peningkatan kemampuan kreatif serta ciri afektif dan kognitif anak lebih diperluas dan diterapkan. Segi pengenalan dari tingkat II ini meliputi penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian (evaluasi). Di samping itu, termasuk juga transformasi dari beraneka produk dan isi, keterampilan metodologis atau penelitian, dan pemikiran yang melibatkan analogi dan kiasan (metaphor).

 

3. Tingkat III: Keterlibatan dalam tantangan-tantangan yang nyata

Proses kreatif pada tingkat pertama dan kedua merupakan dasar bagi keterlibatan afektif dan kreatif terhadap permasalahan dan tantangan yang nyata. Anak mengalami keterlibatan dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mandiri dan yang diarahkannya sendiri. Siswa belajar kreatif mengarah pada identifikasi tantangan-tantangan atau masalah-masalah yang berarti, pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah-masalah itu, dan pengelolaan sumber-sumber yang mengarah pada perkembangan hasil atau produk (Semiawan, 1990).

 

Artikel Lengkap Download Disini

Kompetensi Kepribadian, Kreativitas

Description: Berpikir Kreatif Bagi Pengawas Pendidikan Rating: 4.5 Reviewer: Bima Lanang - ItemReviewed: Berpikir Kreatif Bagi Pengawas Pendidikan
Jadilah Blogger Yang Jujur. Cantumkan Sumber Link Berikut Jika Anda Mencopy Artikel Ini.


Artikel Terkait:

Berlangganan via email gratis (Click Subscribe, Tunggu Pop Up dan Isi Email Anda):

Posted by: Bima Lanang, Updated at: Kamis, November 01, 2012

0 komentar :

Posting Komentar

Sebagai Manusia Biasa Saya Masih Banyak Kekurangan. Untuk Itu Kritik dan Saran Yang Membangun Dari Sobat Sangat Besar Saya Harapkan. Terima Kasih Kepada Sobat Yang Telah Meluangkan Waktu Untuk Berkomentar dan Mohon Maaf Jika Komentar Yang Menggunakan Pilihan 'Anonim', Terpaksa Harus Saya Abaikan, Karena “SPAM” Tidak Hanya Melanggar Hukum Tetapi Juga “BERDOSA”

MY BEST FRIENDS