~~ Selamat Datang di Blog Bima Lanang. Salam Hangat Selalu Dari Kami Blogger NTB. Semoga Kita Senantiasa Dapat Selalu Tersenyum ~~

Jumat, 20 Juli 2012

Strategi Pembelajaran MIPA

Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi akademik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetesi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran,

maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif.

 

Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan menengah pengawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: Matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Ing-gris Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan, serta Pendidikan Seni dan Budaya.

 

Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik untuk mata pelajaran Matema-tika dan Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah menengah.

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

Pada awalnya, istilah “strategi” dikenal dalam dunia militer terutama terkait dengan perang, namun demikian makna itu telah meluas tidak hanya dalam kondisi perang tetapi juga damai, dan dalam berbagai bidang antara lain ekonomi, sosial, pendidikan, dsb. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998: 203) ada beberapa pengertian dari strategi yakni: (1) ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus, sedangkan metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud.

 

Soedjadi (1999: 101) menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah suatu kea-daan pembelajaran kini menjadi keadaan pembelajaran yang diharapkan. Un-tuk mengubah keadaan itu dapat ditempuh dengan berbagai pendekatan pem-belajaran. Lebih lanjut Soedjadi menyebutkan bahwa dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode dan dalam satu metode dapat diguna-kan lebih dari satu teknik. Secara sederhana dapat dirunut sebagai rangkaian: teknik ® metode ® pendekatan ® strategi.

 

Strategi pembelajaran adalah suatu rencana kegiatan pembelajaran yang dirancang secara seksama sesuai dengan tuntutan kurikulum sekolah untuk mencapai hasil belajar siswa yang optimal, dengan memilih pendekatan, me-tode, media dan keterampilan-keterampilan tertentu misalnya membelajarkan, bertanya, dan berkomunikasi. Secara ringkas strategi pembelajaran merupa-kan cara pandang dan pola pikir guru agar siswa mampu belajar. Faktor-fak-tor yang harus menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran adalah: (1) mengaktifkan siswa, dalam bentuk tugas kelompok, melakukan curah pendapat dalam proses pembelajaran dan melakukan tanya jawab ter-buka; (2) membangun peta konsep (sistematika materi bahan ajar); (3) meng-gali informasi dari berbagai media; dan (4) membandingkan dan mensintesiskan informasi.

 

Untuk memperoleh hasil pembelajaran yang optimal, salah satu tugas guru yang sangat penting adalah membuat persiapan pembelajaran, yang menuntut sejumlah kemampuan seperti: (1) menguasai materi pelajaran (bahan ajar) dan karakteristiknya; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) memilih materi pelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan alat evaluasi-nya; (4) merancang pengalaman belajar siswa; (5) menguasai berbagai pende-katan dan teori belajar; (6) menguasai berbagai metode dan media pembela-jaran; (7) memilih & mengkombinasikan materi pelajaran, metode, media de-ngan pengalaman belajar yang sesuai dengan tujuan dan evaluasi; dan (8) penunjang keberhasilan proses pembelajaran lainnya.

 

Agar proses pembelajaran berjalan secara optimal guru perlu membuat strategi, yaitu “Strategi Belajar Mengajar” (SBM). SBM atau strategi pembe-lajaran (teaching strategy) menurut Arthur L. Costa (1985) merupakan pola kegiatan pembelajaran yang berurutan yang diterapkan dari waktu ke waktu dan diarahkan untuk mencapai suatu hasil belajar siswa yang diinginkan.

 

Pada kegiatan merancang persiapan mengajar, guru perlu menyusun strategi pembelajaran yang berupa pemilihan dan penetapan bentuk pengala-man belajar siswa. Dalam hal ini guru harus menetapkan pendekatan, meto-de, media, situasi kelas, dan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

 

>> Download Kompetensi Supervisi Akademik : Strategi Pembelajaran MIPA <<

Description: Strategi Pembelajaran MIPA Rating: 4.5 Reviewer: Bima Lanang - ItemReviewed: Strategi Pembelajaran MIPA
Jadilah Blogger Yang Jujur. Cantumkan Sumber Link Berikut Jika Anda Mencopy Artikel Ini.


Artikel Terkait:

Berlangganan via email gratis (Click Subscribe, Tunggu Pop Up dan Isi Email Anda):

Posted by: Bima Lanang, Updated at: Jumat, Juli 20, 2012

0 komentar :

Posting Komentar

Sebagai Manusia Biasa Saya Masih Banyak Kekurangan. Untuk Itu Kritik dan Saran Yang Membangun Dari Sobat Sangat Besar Saya Harapkan. Terima Kasih Kepada Sobat Yang Telah Meluangkan Waktu Untuk Berkomentar dan Mohon Maaf Jika Komentar Yang Menggunakan Pilihan 'Anonim', Terpaksa Harus Saya Abaikan, Karena “SPAM” Tidak Hanya Melanggar Hukum Tetapi Juga “BERDOSA”

MY BEST FRIENDS